Banyak Follower = Twitnya Berkualitas?

“Jika followers mu hanya ratusan tapi kamu ngetwit sampai puluhan ribu tweets…sudah pasti tweets mu itu sampah dan acc mu #tidakbermutu”. Pernyataan itu terlontar dari twit selebtwit @JTmor beberapa waktu lalu. Entah apa yang membuat dia berkesimpulan seperti itu, yang jelas pernyataan itu sempat jadi perdebatan di twitter.

Banyak orang yang mengatakan sebaiknya diabaikan saja pernyataan @JTmor itu, karena selama ini twit-twitnya banyak yang tidak berdasar, atau asal bunyi alias asbun. Ini pula yang kemudian membuat @JTmor kebanjiran follower dengan twit-twit kontroversialnya yang memancing respon twips.

Namun saya tak hendak membahas @JTmor, atau twit kontroversialnya. Biasanya saya cuma anggap lelucon saja twit dia. Namun twitnya itu membuat saya untuk tertarik membahas. Kenapa? Karena banyak orang yang terang-terangan atau tidak “sepakat” atau berpendapat sama dengan dia.

Banyak orang yang menganggap orang dengan follower yang banyak itu pasti twitnya berkualitas. Atau orang (akun) itu berpengaruh. Benarkah? Benarkan banyaknya follower itu sama dengan atau berbanding lurus dengan kualitas twit seseorang (akun)? Jawabannya bisa ya, bisa tidak.

Namun dalam kenyataannya jawaban tidak yang lebih dominan. Memang ada orang yang memiliki banyak follower karena dia memiliki twit yang berkualitas atau berpengaruh. Misalnya pakar, atau akun-akun lucu atau unik yang twitnya memancing orang untuk follow. Namun yang seperti ini tidak banyak.

Kebanyakan yang followernya banyak itu tidak terkait dengan twitnya sama sekali. Misalnya artis, yang ngetwit iseng, hanya say hello, lagi makan apa, dan sebagainya, saja tapi followernya jutaan. Lihat saja peringkat twitter baik dalam maupun luar negeri pasti didominasi artis atau selebritis. Apakah follower mereka yang membeludak terkait twitnya? Sepertinya tidak.

Anda boleh saja mengatakan saya subjektif, namun ada buktinya. Lihat saja akun twitter Beyonce Knowles (@beyonce) dia memiliki follower tiga juta lebih (saat tulisan ini dibuat: 3,240,209), padahal tidak pernah ngetwit sama sekali. Nah, @beyonce ini membuktikan dengan telak bahwa argumen banyaknya follower = twit berkualitas, adalah argumen yang salah besar.

Karena dengan argument tersebut, kita akan menganggap @beyonce yang twitnya tiga jutaan itu bermutu. Bermutu dari mana, wong ngetwit aja dia tidak pernah (tweet: 0). Padahal orang Indonesia saja yang terbanyak followernya hanya sampai dua jutaan. Semua twips Indonesia kalah mutunya sama orang yang gak pernah ngetwit dong? Nah.

 

Sementara itu, orang yang followernya sedikit juga belum tentu twitnya tidak bermutu atau sampah. Lihat saja banyak pemikir yang coba ikutan ngetwit tapi followernya sedikit. Padahal twitnya bermutu, banyak ilmu atau pengetahuan yang dishare lewat itu. Lalu mengapa tidak banyak follower? Jawabannya karena mayoritas pengguna twitter yang rata-rata anak muda atau ABG tidak terlalu suka.

Para penghuni twitterland ini kebanyakan tertarik memfollow hal-hal yang terkait dengan dunia anak muda. Misalnya artis, akun motivasi, zodiak, ramalan, akun lucu-lucuan, dan akun-akun kontroversial. Akun controversial ini misalnya akun yang menjelek-jelekkan agama, akun anonim yang menshare rahasia-rahasia politik, dan semacamnya.

Gak percaya? Coba anda buat salah satu jenis akun tersebut dan anda akan panen follower. Saya sendiri kesulitan mendapat banyak follower. Meski twit saya banyak atau sering di RT. Namun ketika membuat akun lucu-lucuan, saya kaget, karena follower saya dalam beberapa hari saja mencapai ribuan.

Memang sih idealnya orang itu akun twitternya banyak follower dan twitnya berkualitas atau bermutu. Namun yang seperti ini langka. Kriteria bermutu pun masih bisa diperdebatkan lagi, bermutu menurut siapa? Bermutu versi siapa? Dilihat dari mana? Dan sebagainya. Karena itu, jangan terburu-buru menilai twit hanya dari jumlah followernya saja.


4 comments
  1. setuju gan Mengenai kualitas twitt itu penilaiannya subjektif. follower tidak berbanding lurus dengan twitt yang jelas banyaknya follower bagi artis adalah fans dia di dunia nyata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *