Nyaman Menggowes, Kuat Mencengkeram

Setelah mulai serius main sepeda gunung (MTB), saya merasa perlu membeli sepatu khusus untuk MTB. Apalagi trek off road yang sering dilalui telah membuat sepatu olah raga Reebok saya hancur. Maka dimulailah perjalanan berburu sepatu MTB untuk piranti gowes saya.

Ternyata mencari sepatu MTB tidak semudah yang saya bayangkan. Memang banyak sekali merek sepatu sepeda dijual. Tetapi untuk mencari sepatu yang pas ternyata tidak gampang. Banyak masalah yang menghadang untuk mendapat sepatu yang tepat.

Masalahnya adalah soal ukuran dan harga. Banyak sepatu yang saya sukai desain dan teknologinya, namun ukurannya tidak ada. Maklum saja saya adalah tipe orang berukuran kaki di atas rata-rata orang Indonesia.

Ukuran sepatu saya sehari-hari adalah 45, semantara untuk sepatu sepeda, kita dianjurkan untuk mencari sepatu satu nomor lebih tinggi dari sepatu yang biasa kita gunakan. Berarti saya harus menemukan sepatu dengan ukuran 46. Ternyata ini tidak mudah.

Saya sudah keliling toko sepeda dan browsing di internet, ternyata jarang yang menyediakan ukuran 46. Walaupun ada keterangan sepatu tersedia sampai angka 47, namun kenyataannya stoknya sering tidak ada atau kosong. Rata-rata sepatu yang beredar di pasaran adalah ukuran 40 sampai 43. Hal ini wajar karena itu adalah rata-rata ukuran kaki orang dewasa di Indonesia.

Kalau pun ada yang ukuran besar, rata-rata sepatu itu adalah model yang mahal. Harganya di atas satu juta. Ini juga jadi masalah, karena saya hanya menyediakan budget maksimal Rp800ribu untuk sepatu. Akhirnya cukup susah lah mencari sepatu MTB yang cocok.

Sampai suatu sore saya iseng datang ke Build A Bike (BAB) Slipi. Di dealer sepeda Specialized dan United ini saya melihat-lihat sepatu Shimano. Seperti biasa, tidak ada ukuran yang besar. Lalu saya coba ke rak Specialized, ternyata harganya relative lebih mahal dari Shimano. Kecuali sebuah sepatu baru di pojokan.

Sepatu yang menarik perhatian saya ini bentuknya agak lain dari sepatu lainnya. Sepatu ini bentuknya agak casual dan tak terlalu mengesankan sepatu khusus sepeda. Ini mungkin karena masih memakai tali. Belakangan saya ketahui bahwa sepatu ini adalah Specialized Tahoe. Saya awalnya memilih sepatu ini karena harganya relatif lebih murah dank arena ada ukuran 46 nya.

Akhirnya saya beli sepatu ini dan mencobanya diberbagai trek. Saya sudah coba di trek aspal maupun untuk off road di Puncak. Hasilnya secara umum sepatu ini cukup memuaskan. Ini dinilai dari harga dan performa sepatu ini. Untuk lebih detail saya akan menjelaskan kelebihan dan kekurangan sepatu ini.

Kelebihan

Kelebihan Tahoe yang pertama adalah soal brand atau merek. Dengan merek Specialized yang terkenal, sepatu ini menambah kesan mewah dan gaya. Hal ini dipadu dengan desain sepatu yang cukup bagus. Desainnya yang casual, dan tidak terlalu kaku sebagai sepatu sepeda, juga membuat sepatu ini bisa dipakai untuk aktivitas lain misalnya naik motor, atau ke kantor. Juga dilengkapi dengan logo S khas Specialized yang terletak di belakang sepatu yang bisa memantulkan cahaya di malam hari. Ini tujuannya selain estetika juga untuk alasan keselamatan.

Kalebihan kedua, sepatu ini memakai teknologi baru Specialized yaitu Body Geometri (BG). Teknologi ini dikembangkan untuk menemukan desain yang sangat pas untuk kaki manusia, terutama saat mengayuh sepeda. Pertama mencoba sepatu ini, rasa kaki begitu nyaman berada di dalam. Bukan itu saja teknologi BG juga sangat terasa saat kita mengayuh sepeda. Sangat terasa bedanya memakai sepatu olahraga dengan Tahoe ini.

Di bagian tapak, Thoe dilengkapi dengan sol berkarakter off road untuk menakhlukkan medan trail. Trail Traction, begitulah yang tertera di sol sepatu ini. Saat dicoba di aspal maupun di tanah, traksinya terasa cukup baik. Sepatu ini kuat mencengkeram medan dari aspal, tanah, maupun lumpur. Selain itu sol Tahoe juga terbukti kuat dan tahan air. Perlu diakui lem yang digunakan cukup baik, dan solnya didesain untuk medan yang berat.

Sol Tahoe juga punya kelebihan lain yaitu kembangannya atau giginya rata, tidak di bagian tertentu saja, sehingga gripnya juga lebih rata. Selain itu sepatu ini memiliki penutup di bagian dudukan cleat atau clipless. Jika cleat tak dipakai, maka dudukannya tertutup dengan karet sol berlogo S. Penutup ini kuat menutup dan tak tembus air. Jika ingin memakai cleat, kita tinggal membuka penutupnya.

Ini yang tidak ada di sepatu sepeda lain, yang rata-rata dudukan cleat terbuka sehingga bisa kemasukan air dan lumpur. Maka kebanyakan sepatu lain harus memakai cleat. Sementara tahoe tidak harus memakai cleat. Maka sepatu ini bisa jadi rujukan mereka yang ingin memakai sepatu sepeda, tapi enggan memakai cleat.

Mengenai harga, Tahoe jelas sangat value for money. Dengan merek dan teknologi BG yang ditawarkan, sepatu ini cuma dibanderol Rp781ribu. Di tempat lain ada yang menjual Rp700ribu sampai Rp900ribu. Untuk ukuran besar desain menarik dan kekuatan baik, menurut saya harga segitu cukup pantas.

Kekurangan

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Setiap barang atau produk pasti ada kekurangannya. Demikian juga dengan Tahoe, pasti ada sisi lemahnya. Kekurangan sepatu ini yang pertama adalah masih memakai tali, walau pun ada sebuah Velcro di bagian atas. Untuk sepatu sepeda, tali memang menyulitkan karena dikhwatirkan bisa tersangkut. Selain itu, tali juga tidak sepraktis Velcro dalam pengikatan.

Namun hal ini bisa kita atasi dengan mengikat tali dan menutupnya dengan sebuah Velcro yang disediakan di sepatu ini. Untuk kepraktisan, tali bisa kita seting longgar saja dan kita ikat mati. Setelah kaki masuk baru kita bisa mengencangkan velcronya.

Kekurangan berikutnya, ternyata sepatu ini kurang mencengkeram baik di medan batu yang berlumut atau basah, terutama di medan turunan tajam. Saat dicoba di Telaga Warna, beberapa kali sepatu ini slip. Namun hal yang sama juga terjadi di sepatu merek lain, dan jika dibandingkan dengan sepatu olahraga biasa, cengkramannya masih tergolong baik.

Nah, kekurangan utama sepatu ini menurut saya adalah tidak nyaman dipakai berjalan jauh. Saat kita terpaksa berjalan dan mendorong sepeda di trek yang tidak sanggup lagi kita gowes, maka akan terasa bahwa sepatu ini cepat membuat lelah. Sol yang kaku kemungkinan menjadi salah satu penyebab.

Selain itu mungkin teknologi BG juga tidak didesain untuk berjalan jauh. Setelah saya coba, memang benar, saat lelah berjalan dan kemudian gowes kembali, kaki terasa enak. Kesimpulannya BG cuma memperhatikan performa sepatu di atas pedal. Jadi jika anda melahap trek yang banyak tuntun bike (TTB) nya siap-siap lebih lelah dengan sepatu ini.

Kalau boleh disimpulkan, dari kelebihan dan kekurangannya, sepatu Specialized Tahoe ini tetap rekomended bagi anda yang mencari sepatu MTB. Untuk menggowes sepatu ini terasa nyaman, demikian pula cengkramannya yang kuat akan membantu anda menjejak trek yang bermedan beragam. Yang penting, dengan harga relative rendah, anda bisa bergaya dengan sepatu bermerek Specialized yang selama ini identik dengan barang mahal.

4 comments
  1. Waah….. ada rekan senasib nih kayaknya… Aq juga termasuk satwa bigfoot jadi susah cari spatu ukuran gede nih… ternyata ada juga ya yg lumayan terjangkau. Kalo boleh tau itu belinya dimana ya? ada no.tlp tokonya g ya? soalnya aq di jogja, sapa tau aj bisa transfer terus kirim.. Thanx…

    • banyak om yang jual. coba cari di bukalapak.com search aja Specialized Tahoe atau datang ke Build A BIke (BAB) toko sepeda dealer specialized dan united..di jogja ada gak ya..

  2. wah baru kemarin beli sepatu ini nih, di samarinda (kaltim) dapat harga 725rb. Mantap, model casual bisa dipake buat gaya juga. tapi bobot sepatu ini agak berat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *