Tag di Path

Belakangan akun Path saya sering kebanjiran notifikasi. Kebanyakan notifikasi itu dari orang yang tidak saya kenal dan tidak berteman dengan saya di jejaring sosial buatan Dave Morin ini. Loh kok bisa?

Ternyata usut punya usut, notifikasi ini muncul dari akun salah satu teman Path saya yang mentag saya di postingannya. Celakanya, tak cuma saya yang ditag, tapi banyak orang lainnya. Lalu masing-masing orang yang ditag memberikan komentar dan merepath. Walhasil puluhan notifikasi masuk ke akun saya.

Awalnya saya tidak merasa terganggu dengan hal ini. Namun lama-kelamaan jadi terganggu juga. Betapa tidak, banyaknya notifikasi sering membuat notifikasi dari teman Path saya yang lain terlewatkan. Saya juga jadi terpaksa membaca komentar yang menurut saya tidak penting dari orang-orang yang saya tidak kenal dan bukan teman saya di Path. Belum lagi notifikasi tanpa henti itu juga sedikit banyak mempengaruhi baterai.

Karena merasa terganggu, saya kemudian mencoba mencari fitur penghilang tag, “remove tag” dan sejenisnya. Namun ternyata tidak ada. Heran juga saya, Path membuat fitur tag tapi kok tidak memberikan fitur untuk meremovenya.

Karena tag dari teman saya itu terus datang dan cukup mengganggu, saya lalu coba menghilangkan atau mencegahnya dengan cara mengunfriend dia. Apalagi semenjak jadi friend di Path, saya lihat di Path dia jarang berinteraksi, lebih banyak nyebar postingan dengan banyak tag. Lebih cocok disebut spaming dibanding posting.

Tapi ternyata setelah tidak jadi friend saya di Path, dia tetap bisa mentag saya juga. Akhirnya mau tidak mau saya pake cara yang semula sangat saya hindari yaitu minta langsung secara terbuka di kolom komen postingan agar saya tidak ditag lagi. Saya minta dengan baik-baik agar tidak di tag.

Tapi apa yang terjadi, banyak orang di kolom komentar itu mengolok-olok saya secara tidak langsung. Mereka buat komentar seolah-olah minta tidak ditag ini sesuatu yang salah. Padahal itu hak saya. Atau bahkan dinilai tidak pro atas apa yang ada di postingan itu yaitu tentang “keselamatan jalan” (karena saya di tag di sebuah postingan tengang keselamatan jalan/lalu lintas).

Wah saya jadi heran dengan mereka. Mungkin mereka mengira Path ini seperti facebook. Jadi kebiasaan di facebook dibawa ke sini. Padahal kan beda. Kalau kita mentag di facebook, postingan kita akan muncul di wall orang yang kita tag. Nah kalau di Path kan tidak. Kalau tujuannya hanya agar orang yang kita tag baca, kan cukup dengan berteman saja, orang akan baca postingan kita itu.

Lagian fitur di Path ini “I’m with..” yang biasanya digunakan untuk mentag itu kan dibuat bukan untuk ngetag orang ala facebook. Itu untuk menginformasikan kita dengan siapa di moment yang kita share. Dari namanya kan sudah jelas.

Selain itu, ada baiknya juga tidak sembarangan mentag dan menghargai orang yang tidak ingin anda tag. Sebab mungkin postingan anda itu bagus dan penting menurut anda, tapi bisa jadi tidak bagus, bahkan sangat menganggu menurut orang lain. Kalau ada yang suka dibegitukan ya itu hak dia lah.

Bahkan ada yang bilang kurang lebih gini:” saya silahkan ditag karena kalau tidak ditag, Path saya tidak ada notifikasinya.” Hehe kasihan sekali. Tapi itu hak dia lah. Silahkan ditag terus mereka yang suka ditag. Namun hormati dan jangan memaksa mentag mereka yang tidak mau ditag.

Kita pasti setuju bahwa memaksa itu tindakan yang tidak baik. Nah mentag orang dengan postingan yang belum tentu diminati sama saja memaksa orang melihat postingan kita. Apalagi kemudian dibarengi dengan banyak komentar dan notifikasi tak diinginkan yang datang tanpa henti.

Apalagi Path ini adalah jejaring sosial yang dirancang sejak awal sebagai ajang “privat sharing” dengan “inner circle”. Dengan orang terbatas, dengan keluarga dan kawan dekat saja. Itulah mengapa pertamanan di Path juga dibatasi hanya 150 orang saja.

Bahkan pendirinya mempersilahkan ke media sosial lain jika ingin yang lebih terbuka. Ada facebook yang bisa menampung 5000 friends, atau twitter yang lebih terbuka dan viral, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana dengan alasan ini kan ini media sosial, dan media sosial itu ruang publik. Itu juga tidak sepenuhnya bisa jadi alasan untuk asal tag. Sebab di ruang publik pun kalau kita mengganggu juga kurang baik.

Tapi saya tidak menyalahkan 100 persen tukang tag di Path. Dalam hal ini saya juga menyalahkan Path. Mengapa? Karena Path tidak menyediakan fitur untuk meremove atau menghilangkan tag. Padahal di facebook saja ada. Mengapa di Path yang katanya jejaring sosial yang juga “privat” ini tidak ada? Bahkan orang yang sudah kita unfriend masih bisa mentag kita.

Ini sepertinya yang harus diperhatikan Path ke depan. Karena ternyata ada fitur yang penting untuk keprivatannya yang terlupakan. Atau mungkin saya yang tidak tahu? Tapi saya sudah mencari-cari tapi tidak ketemu.

Untuk anda-anda yang suka mentag, memang tag tidak dilarang, tidak ada undang-undangnya, tapi alangkah baiknya jika kita bijak dalam mentag orang. Kalau tujuannya cuma agar postingan kita terbaca, cukup posting saja, maka semua friends kita akan membacanya. Jika tidak suka, mereka akan mengunfriend anda. Jika suka makan akan kasih icon love, senyum, bahkan berkomentar, dan notifikasi komentar selanjutnya hanya akan terkirim ke yang suka. Sementara yang tidak suka atau tidak hirau juga tidak jadi terganggu. Simpel kan?

Tidak ada salahnya juga kita meluangkan waktu mempelajari karakteristik masing-masing media sosial yang ada. Tidak semua media sosial sama. Sepintas memang serupa tapi tak sama. Yang cocok di facebook belum tentu cocok di twitter, yang cocok di twitter belum tentu cocok di Path, dan sebaliknya.

Dengan memahami hal itu, maka kita akan terhindar dari menempatkan konten atau postingan yang tidak pada tempatnya. Jika kita ngasal, alih-alih bisa mempengaruhi orang dengan konten yang kita posting, yang ada orang malah terganggu dan tidak suka. Tentu bukan itu yang kita inginkan kan?

Demikian tulisan semi curhat ini. Semoga ada manfaatnya, dan membuat kita belajar bersama agar makin pintar bermedia sosial.

6 comments
  1. saya apresiasi sekali dengan post ini karena saya juga merasakan dampak buruk dari tidak bisa meremove tag, tetapi dalam kasus saya yg di tag adalah foto foto tidak senonoh dan bertujuan fitnah/mencemarkan nama baik seseorang yang menurut saya SANGAT MENGGANGGU.

    nice post:)

  2. Knp ya notifikasi tmn gw selalu muncul di hp gw. Waktu itu tmn pinjem hp gw biay buka path. Setelah di log out dan log in path gw malah notif path nya muncul terus. Mhn bantuannya gimana cara nya agar notifikasi path tmn gw ga muncul2 di path gw lg. Setiap. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *