Traktiran dari Path

IMG_20141106_173921Belakangan ini, saya merasa ada yang aneh dengan Path. Tiba-tiba semua akun Path menjadi premium (ditunjukkan dengan tanda logo Path di samping nama pengguna). Ini saya sadari saat tiba-tiba banyak teman menggunakan stiker yang biasanya cuma didapat oleh user premium.

Saat saya mencoba menginstal stiker itu ternyata bisa dan gratis. Wah, akun saya terasa premium, dan memang ada logo premium di akun saya. Ada apa ini? Saya menduga ada yang tidak beres dengan Path, karena saya tidak pernah daftar premium tapi dapat fasilitas premium.

Saya sempat mencari-cari info ini, namun tak ada situs berita atau blog yang menulisnya. Namun tak lama kemudian penasaran saya terjawab sendiri oleh Path. Saat membuka aplikasi Path di ponsel saya, tiba-tiba muncul sebuah pemberitahuan bahwa jejaring sosial yang didirikan Dave Morin ini lagi ulang tahun yang keempat. Sebagai bentuk apresiasinya pasa para penggunanya, Path memberikan fasilitas premium bagi semua member selama bulan November ini.

Ternyata Path lagi ulang tahun dan kita ditraktir fasilitas premium. Lumayan lah, paling tidak selama sebulan kedepan kita bisa make stiker yang lucu-lucu dan fasilitas premium lainnya.

Ulang tahun dan traktiran Path ini kemudian mengingatkan saya tentang riwayat Path. Khususnya bagaimana jejaring sosial asal Amerika ini menjadi populer di Indonesia.

Saya sendiri dan mungkin juga orang lain, awalnya pasti memakai Path karena coba-coba atau iseng mencoba aplikasi social media baru. Apalagi Path sekilas juga tidak jauh beda dengan jejaring sosial yang sudah ada sebelumnya.

Namun, Path sendiri mengatakan mereka punya diferensiasi dengan jejaring sosial yang lain yaitu Path adalah jejaring sosial yang lebih privat. Path menekankan soal privasi. Karena itu pertemanannya pun dibatasi hanya sebatas 150 orang (kemudian menjadi 500). Bandingkan dengan akun personal facebook yang bisa sampai 5000.

Dave Morin saat berkunjung ke Indonesia mengatakan bahwa Path hanya untuk keluarga dan teman dekat saja. Bukan berteman secara luas seperti media sosial lainnya. Ini yang membedakan Path dengan yang lain. Dia yakin positioning ini akan membuat Path lebih diminati karena banyak orang yang juga butuh privasi.

Ternyata sambutan orang Indonesia terhadap Path juga besar. Bahkan kita adalah salah satu pengguna Path terbesar. Saat datang ke Indonesia,Dave mengatakan jumlah penggunya adalah sekitar 4 juta yang kala itu bahkan lebih besar dari pengguna di Amerika, negeri asal Path.

Lalu apa yang membuat Path laris di Indonesia?

Meski menjadikan privasi sebagai jualan utamanya, menurut saya bukan itu yang membuat Path laris di sini. Path laris karena orang Indonesia berhasil menemukan cara menggunakan Path yang khas sehingga berbeda dengan jejaring sosial lain. Di Indonesia, Path kebanyakan dipakai untuk share foto atau gambar lucu-lucuan alias meme. Di sini Path harus berterima kasih pada orang Indonesia yang kreatif bahwa meme yang lucu dan menarik terus mengalir dan membuat Path makin ramai.

Maka selanjutnya yang terjadi kemudian Path menjadi sarana utama berbagi meme, sebagaimana berbagi foto di Instagram atau berbagi status di facebook atau twitter. Bahkan ada semacam peraturan tidak tertulis bahwa kalau mau berbagi sesuatu di Path itu afdolnya berbentuk gambar/foto. Makanya sebuah kata-kata mutiara atau quote aja disajikan dalam bentuk image atau screenshoot-an note, saat diposting di Path.

Path makin populer dan menjadi buah bibir saat ada kabar bahwa Bakrie investasi di sana. Bakrie melalui Bakrie Global Ventura dikabarkan menyuntikkan dana segar USD25 juta. CEO Bakrie Global Anindya Bakrie mengungkapkan dirinya tertarik ikut menaruh saham di Path karena ditawari teman-temannya sewaktu kuliah di Stanford yang berada di Silicon Valley. Dia juga mengatakan pihaknya melihat prospek Path ke depan cukup cerah dan bukan tidak mungkin akan sesukses facebook dan twitter. Apalagi peningkatan jumlah pengguna jejaring sosial berlogo P ini sangat pesat di Indonesia.

Kabar ini sempat membuat geger dan jadi kontroversi. Banyak nada nyinyir bermunculan soal investasi Bakrie di jejaring sosial yang lagi naik daun itu. Maklum saat itu sedang mendekati pemilu dan musim kampanye. Banyak yang menduga Bakrie mau menggunakan Path sebagai ajang kampanye Golkar dan Aburizal Bakrie yang ingin maju sebagai calon presiden kala itu.

Tapi tuduhan itu terlalu mengada-ada. Sebab dilihat dari fiturnya, Path kurang cocok sebagai sarana kampanye. Path yang privat dan hanya bisa 150 teman kurang cocok untuk kampanye. Lebih efektif memakai Page facebook atau akun twitter, yang jumlah pengikutnya tidak dibatasi.

ARB, sapaan Aburizal, sendiri kala itu juga tak habis pikir dengan tuduhan itu. Dia memilih menanggapi dingin tuduha seperti itu yang biasa dialamatkan kepada pihaknya.

“Wong saya sendiri gak punya akun Path kok,” katanya waktu itu.

Namun fakta yang terjadi kemudian bertentangan dengan pihak yang tidak setuju dengan adanya Bakrie di Path. Justru pasca Bakrie masuk Path, jumlah pengguna Path meningkat signifikan. Saya pernah melihat dokumen dan jumlah kenaikannya berapa persen. Memang cukup signifikan. Namun saya tidak akan tulis di sini, sudah janji gak membocorkan, biar pihak Path saja yang merilisnya hehe.

Indonesia bahkan semakin penting bagi Path. Path siap menampung inovasi, fitur atau layanan baru yang diinginkan orang Indonesia. Misalnya saja orang Indonesia yang pengen beli stiker Path tapi tidak punya kartu kredit. Tenang saja, kedepan akan ada sulusi dari Path, entah bayar dengan pulsa atau cara lainnya yang simpel alias gak ribet.

Sebagai bentuk komitmen terhadap Indonesia, dalam waktu dekat ini Path juga akan membuka kantor cabang di Indonesia. Saya dengar sih tahun depan rencananya. Namun ini perlu dikonfirmasi ke pihak terkait. Namun yang jelas lowongan Country Manager Path untuk kawasan Indonesia sudah beredar dan ramai dibicarakan. Semoga dengan bukanya kantor Path di Indonesia nanti juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Kita tunggu saja bagaimana kiprah dan sepak terjang Path setelah ada kantor cabangnya di Indonesia nanti.

Sementara ini, mari kita nikmati saja traktiran akun premium dari Path yang sedang ulang tahun keempat.

 

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *