Twitwar Jenaka @Pandji dan @radityadika

Pandji dan Raditya Dika dalam stand up comedy

Kalau mendengar istilah twitwar atau perang twit di twitter, pasti yang terbayang di benak kita adalah saling menyerang, adu argument, yang tak jarang berujung saling memaki dan menjatuhkan. Hal seperti itu memang yang biasanya muncul saat dua twips atau lebih salinga adu mulut di twitter yang kemudian diberi istilah keren twitwar.

Saking kerasnya, terkadang twitwar ini berujung pada war atau perang beneran di dunia nyata. Banyak orang yang awalnya twitwar di twitter lalu jadi bermusuhan di dunia nyata. Dari twitwar jadi war beneran.

Namun tak selamanya twitwar itu saling memaki, saling menjatuhkan, dan sebagainya. Ada juga lo twitwar yang jenaka. Twitwar jenaka ini dilakukan oleh @radityadika dan @Pandji, dua orang yang cukup terkenal di twitter dan di dunia nyata sebagai artis atau komedian yang membawa acara Stand Up Comedy Indonesia.

Mari simak twitwar mereka yang dimulai oleh @radityadika dan dibalas @Pandji. Ini dia:

@radityadika:

Sesak napas dan sakit di dada. Itulah yg kita rasakan ketika kita sedang patah hati atau saat kita ketindihan @pandji.

Saking tuanya si @pandji, pas ketemu Mpok Nori malah Mpok Nori yang nyium tangannya.

Setiap kali ke Ragunan, orangutan2 pasti ngerubungin si @pandji sambil jerit2: “Papa! Papa! Papa!”

Banjir di Mangga Besar. Pas dilihat2 ternyata ada si @pandji nyangkut di selokan.

Terakhir kali rekreasi ke pedesaan, si @pandji ditombak warga sekitar. Disangka hama sawah.

Udah ah. Kasian si @pandji. #padahaludahgakbisamikir

@Pandji:

Okay. @radityadika mengirimkan undangan perang. Let’s do this.

Tidak semua luwak bokernya keluar biji kopi unggulan. Kadang ngeluarin @radityadika.

Si @radityadika ga mau ke kebun binatang. Tiap ksana slalu ditangkap petugas sraya berkata “LEPAS LAGI?” lalu dilempar ke kandang babon.

Pertumbuhan @radityadika kurang sempurna, karna semua yg ia makan ternyata diserap pertumbuhan bulu hidungnya.

Seorang anak msk pet shop, melihat2 burung, ikan mas, dll. Ia keluar sambil memeluk @radityadika & berkata “Aku slalu ingin piara cicak”

Mengapa twit jenaka mereka saya masukkan sebagai twitwar? Karena sebagaimana twitwar, mereka perang twit dan saling serang. Bedanya dengan twitwar biasa, mereka tidak benar-benar saling ingin menjatuhkan. Mereka hanya perang-perangan dengan cara jenaka dan menghibur. Maka tak salah lah jika kita sebut twitwar jenaka.

Twitwar yang begini layak ditiru oleh para twips. Layak jadi tren di twitter, bahwa tidak semua twitwar itu harus tegang, penuh amarah, dan caci maki. Sebaliknya, twitwar itu juga bisa jenaka dan menghibur. Semoga dicontoh oleh mereka-mereka yang gemar twitwar.

 

8 comments
  1. bwahahahahaaa..!!!
    keren.. keren.. si radit kayaknya kalah. 😀

    oh ya, mas. sedikit masukkan, kalo mau masukkin tulisan yg berasal dari twitter bisa pake chirpstory.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *