Mengenal Ghost Writer

Poster film The Ghost Writer (imdb.com)

Hari ini di twitter lagi heboh kasus dugaan plagiat. Jusman Dalle (@JusDalle) curhat di twitter bahwa tulisannya berjudul “Quo Vadis Libya” diplagiat oleh Politisi PKB yang juga Anggota DPR Marwan Jafar. Tulisan Jusman itu, diduga diplagiat Marwan menjadi tulisan opini yang dimuat di Koran Tempo dengan judul “Pengelolaan Energi Libya Pasca-Qadhafi”.

Diskusi kasus plagiat itu kemudian berkembang sampai ke diskusi soal ghost writer. Ini karena Marwan diduga, sebagaimana lazimnya polistisi lainnya, menulis dengan menggunakan jasa ghost writer.

Saya amati di timeline, banyak yang tidak tahu apa itu ghost writer. Karena itu saya kemudian share twit berseri soal ghost writer dengan hastag #GhostWriter. Untuk melengkapinya, saya akan menjabarkannya lebih lengkap melalui tulisan ini.

Apa itu ghost writer? Ghost writer atau biasa disebut penulis bayangan, adalah penulis professional, yang dibayar atau bekerja sebagaimana layaknya penulis lainnya, yaitu menulis buku, cerita, artikel, teks, pidato, dan sebagainya. Bedanya dengan penulis biasa, ghost writer tidak mencantumkan namanya tapi mencantumkan nama orang lain yang membayarnya atau menggunakan jasanya.

Ghost writer ini adalah profesi yang bergengsi, di negara maju, para tokoh, politisi, selebritis, eksekutif, dan sebagainya menyewa jasanya untuk menuliskan buku, artikel di media, sampai membuat autobiografi. Selain itu jasa ghost writer juga dipakai untuk menulis lirik lagu sampai sekenario film.

Sudah banyak tokoh besar memakai jasa ghost writer. Buku autobiografi Henry Ford konon juga ditulis oleh ghost writer. Bahkan hampir semua pidato tokoh dan kepala negara atau kepala pemerintahan ditulis oleh ghost writer yang kadang juga disebut speechwriter.

Contoh mudah membedakan ghost writer dan penulis biasa adalah pada sebuah buku autobiografi. Jika penulis mencantumkan namanya di buku autobiografi maka dia penulis biasa, tapi jika autobiografi itu ditulis penulis lain, bukan si tokoh, dan tidak dicantumkan nama penulisnya, maka penulis adalah ghist writer. Seperti hantu, nama ghost writer ini tidak boleh tampak dalam karya-karyanya. Yang boleh tampak hanyalah nama klien atau orang yang membayarnya.

Kerja ghost writer ini seperti kerja editor di media massa, yaitu meramu tulisan dan memperindahnya. Tapi bedanya dengan editor media, dia tidak hanya merapikan draf tulisan, tapi bisa jadi juga menulis ulang. Tapi yang penting apa yang ditulis harus berdasarkan pikiran atau cerita dari kliennya. Tidak boleh sepenuhnya mengarang sendiri.

Seorang ghost writer harus menulis sesuai pikiran kliennya, dia harus mampu membaca gaya berfikir dan gaya berkomunikasi klien. Ini yang tidak mudah dan tidak ditemui di penulis biasa. Seorang ghost writer dalam menulis seolah-olah menjelma menjadi si klien.

Obama bekerja bersama Jon Fav dan penulisnya (gugling.com)

Untuk prosesn itu, seorang ghost writer harus dekat dengan klien. Bisanya dia akan ikut kemana pun si klien pergi, enyelami kehidupannya, dan belajar topik yang menjadi pemikiran kliennya. Maka biasanya seorang tokoh hanya cocok dengan seorang ghost writer dan tidak pernah berganti-ganti jika sudah ketemu dan cocok.

Dari kedekatan, diskusi, dan sebagainya sumber tulisan didapat. Bisa pula sang tokoh memiliki draf tulisan buku atau cerita yang tinggal dirapikan. Bagi yang pernah nonton film “The Ghost Writer”, nah, begitulah kirakira kerja seorang ghost writer.

Bagaimana jika ketahuan seseorang memakai ghost writer? Bagaimana jika tulisan atau buku ketahuan sebenarnya ditulis ghost writer? Tidak masalah. Tidak haram dan lazim penggunaan jasa ghost writer. Seperti halnya seorang jurnalis juga gak haram tulisannya dipoles editor, meski cuma namanya si jurnalis yang dipampang.

Saat hasil kerja si ghost writer dipublish, maka dia menjadi hasil karya si klien. Tanggungjawab juga ada di kliennya karena nama penulis adalah nama klien. Jika terjadi kesalahan ya si klien yang menanggung. Itulah sebabnya setelah bekerja atau menulis persetujuan klien diperlukan. Klien perlu memeriksa apakah tulisan sudah sesuai atau perlu direvisi lagi.

Karena kerja rahasia dan namanya tidak ditampilkan ini, banyak ghost writer yang tidak dikenal. Orang lebih mengenal klien atau tokoh yang memakai jasanya. Dia termasuk dalam jajaran asisten atau konsultan yang bekerja mendampingi dan mensukseskan orang lain. Dalam hal ini melalui tulisan.

Lalu mengapa orang atau tokoh perlu ghost writer? Jawabannya adalah untuk menyempurnakan karya. Banyak tokoh puny aide bagus, punya cerita menarik, namun tak banyak yang punya kemampuan atau waktu untuk menulisnya.

Untuk menulis bagus, dan enak dibaca, dibutuhkan skil menulis yang bagus. Ini yang banyak tokoh tidak memilikinya. Demikian juga dengan soal waktu. Mungkin si tokoh bisa menulis dengan bagus, tapi karena kesibukan jadi tak punya waktu menulis. Nah, di sini ghost writer dibutuhkan.

Di era cyber ini, di mana internet sudah menjadi bagian dari kehidupan, ghost writer juga muncul di ranah online. Maka dikenallah online ghost writer. Dia dipakai untuk jasa menulis dengan medium online. Misalnya menuliskan blog tokoh atau konten media sosial.

Ada yang bertanya, apakah menuliskan skripsi, atau biro skripsi yang lazim kita jumpai itu termasuk ghost writer? Bagi saya bukan. Karena biro skripsi biasanya tidak menulis dari ide klien. Semua ide, penelitian, sampai penulisan biro yang bikin. Klien terima jadi. Ini bukan kerja ghost writer yang benar.

Lantas bagaimana bayaran ghost writer? Ini tergantung kesepakatan dengan klien. Ada ghost writer yang bayarannya besar karena misalnya ada kontrak khusus dan personal dengan tokoh besar. Ada pula yang apes dapat sedikit karena kontrak si klien dengan perusahaan di mana si ghost writer bekerja.

Dari mana asal ghost writer ini? Bermacam-macam. Ada yang memang berprofesi penuh jadi ghost writer, staf si tokoh, teman, sudara, atau dari perusahaan PR atau konsultan, dan sebagainya. Banyak wartawan yang biasanya beralih atau nyambi jadi ghost writer. Ini karena selain bisa menulis, wartawan bisanya juga kenal atau dekat dengan banyak tokoh.

Apa yang menarik dari profesi ini?  Profesi ini menurut saya adalah profesi solusi yang akan member ruang penulis berbakat namun tidak memiliki nama atau pasar. Maka, jika anda pandai menulis, tapi tak punya nama besar atau beken untuk jual tulisan anda, jadi ghost writer adalah pilihan tepat.

Jika anda tidak bisa membuka perusahaan sendiri, atau tidak bisa mencari klien sendiri, anda bisa bergabung dengan  agen atau perusahaan konsultan yang kliennya butuh jasa ghost writer. Peluang kerja di bidang ini luas sekali. Banyak tokoh yang butuh jasa ghost writer, dan ghost writer sendiri terbilang sedikit jumlahnya.

Sedikit, karena tak banyak yang mau menulis tanpa disebut namanya. Lebih banyak penulis memilih menulis dengan namanya dicantumkan, karena bisa dikenal lewat itu. Sedangkan ghost writer tidak mengejar popularitas. Dia membantu klien. Jika tulisan karyanya ramai diperbincangkan orang, atau dipuji-puji, walau atas nama klien, dia sudah senang atau puas.

Keuntungan jadi ghost writer banyak  sekali. Selain skil menulis kita terasah, dengan menjadi ghost writer kita juga akan bisa mengenal tokoh yang jadi klien kita. Dengan demikian, kita juga akan belajar banyak dari dia. Kita bisa belajar dari perjalanan hidup atau karirnya, pemikiran-pemikiran besarnya, dan sebagainya.

Obama dan Fav (nyata.co.id)

Meski cuma kerja di balik layar, bukan berarti seorang ghost writer tak bisa sukses. Mari kita tengok saja kisah ghost writernya Barack Obama. Tak ada yang menyangka presiden kulit hitam pertama Amerika ini memiliki ghost writer seorang anak muda  bernama Jonathan Favreau atau dikenal dengan Jon Fav.

Jon Fav ini biasa menulis pidato Obama dan dikenal sebagai sedikit orang yang sangat dekat dengan Obama sejak sebelum jadi presiden. Dia juga yang menciptakan slogan terkenal Obama “Yes We Can”. Sampai kini, dia tetap mendampingi Obama.

Kini dia bekerja di Gedung Putih. Obama mempercayainya mengepalai tim penulisnya. Berbagai media melansir gaji Jon Fav adalah 172.200 USD setahun, atau sekitar 136 juta rupiah perbulan. Bagaimana? Cukup menggiurkan bukan. Jadi apakah anda tertarik untuk menjadi ghost writer? atau ingin memakai jasa ghost writer?

 

13 comments
  1. Tulisan yg cukup menarik dan membuka pemahaman kita tentang penulis hantu (ghost writer), membaca tulisan ini semakin lengkap jika kita sudah menonton The Ghost Writer yang diperankan Pierce Brosnan (saya sudah nonton filmnya berulang kali). Nice post, like this.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *